Pemeriksaan Serologi Pada Kasus-KasusTersangka Kongenital Rubela Di Jakarta Tahun 1986 - joseph56middle's Blog

This is a preview of your post, if you're happy with it go ahead and Publish It!

Pemeriksaan Serologi Pada Kasus-KasusTersangka Kongenital Rubela Di Jakarta Tahun 1986

Posted

Selama tahun 1986 telah dilakukan pemeriksaan Serologi terhadap kasus-kasus tersangka kongenital rubeila dengan maksud untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit tersebut. Untuk keperluan tersebut, sebanyak 2l (duapuluh satu) serum terdiri dari 7 serum bayi, 4 serum anak dan l0 serum ibu yang diduga terkena infeksi virus rubella telah di periksa adanya zat arlti rubella di dalam serum. cara mengobati diabetes melitusbaru oleh virus rubella, telah dilakukan pemeriksaan kadar IgM terhadap rubella di dalam serum bayi. Pemeriksaan zat anti rubella di dalam serum dilakukan dengan Uji Hambatan Hemaglutinasi, sedangkan untuk mengetahui adanya IgM dilakukan dengan teknik ELISA.

Hasil pemeriksaan serologi memperlihatkan, di antara 7 serum bayi, ternyata 5 serum positif terkena infeksi rubella, sedangkan dari 4 serum anak ternyata 1 serum masih memiliki IgM. Hasii pemeriksaan zat anti rubella di dalam serum ibu ternyata semua serum memiliki kadar zat anti rubella. Kesimpulan, penyakit kongenital rubella sudah saatnya mendapatkan penanganan secara khusus.

Penyakit Kongenital Rubella (Campak Jerman) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rubella pada ibu yang sedang hamil muda (trimester pertama). Walaupun infeksi virus rubella itu tidak menyebabkan gejala yang jelas (asimtomatik) pada ibu hamil, akan tetapi mengatasi diabetes melitus pada bayi yang dikandung sangat berbahaya, antara lain bayi akan lahir dengan menderita cacat bawaan (congenital malfurmation), misalnya cacat penglihatan, pendengaran, kelainan jantung dan kelainan ekstremitas tubuh. Lundstrom, 1962, memperlihatkan bahwa cacat bawaan yang disebabkan oleh infeksi rubella pada ibu hamil bulan pertama, ke dua, ke tiga dan ke empat, masing-masing sebesar 35%,25Vo,9%dat4%r. Penyakit kongenital rubella pertama kali dilaporkan di Indonesia terjadi di Surabaya tahun 19702 dan di Semarang tahun 19803, sangat disayangkan pada waktu itu belum dapat dilakukan konfirmasi laboratorium, akan tetapi gejala klinis telah memperlihatkan jelas adanya dugaan infeksi rubella kongenital. Untuk membantu menegakkan diagnosa penyakit kongenital rubella dari bagian anak RS. Cipto Mangunkusumo, Jakarta selama tahun 1986, telah dilakukan pemeriksaan serologi kasus-kasus tersangka kongenital rubella yakni meliputi pemeriksaan zat anti rubella dan kadar imunoglobulin M untuk membuktikan adanya infeksi baru virus rubella.